SYAMSUL HUDA

THIS WEB IS JUST FOR FUN, NOT FOR REFERENCE

ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI BETINA

diposting oleh syamsulhuda-fst09 pada 13 October 2012
di kuliah - 1 komentar

TUGAS TERSTRUKTUR REPRODUKSI HEWAN

ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI BETINA II

(Serviks, Vagina, Vulva dan Kloaka, Struktur Pendukung Saraf dan Peredaran Darah)


SYAMSUL HUDA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2012 
Pendahuluan

Untuk mempertahankan kelestarian jenisnya, hewan melakukan reproduksi. Hewan tingkat tinggi melakukan reproduksi dengan cara meleburnya 2 sel gamet, yaitu sel gamet jantan dan sel gamet betina (fertilisasi). Proses fertilisasi dapat terjadi jika hewan tersebut memiliki organ reproduksi yang sempurna (lengkap).

Bab ini akan membahas mengenai organ reproduksi pada hewan betina. Sistem reproduksi pada hewan betina merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan seluruh tubuh hewan tersebut. Organ reproduksi hewan betina terdiri dari: 2 buah ovarium, 2 buah tuba falopi, uterus, vagina dan vulva. Organ-organ tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu: organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar. Organ internal terletak di rongga panggul dan didukung oleh dasar panggul. Organ eksternal terletak dari margin yang lebih rendah dari pubis sampai perineum. Organ reproduksi dalam meliputi ovarium, oviduk, uterus dan vagina, sedangkan organ reproduksi luar meliputi Vulva (Mons veneris/mons pubis), Labia Mayora, Labia Minora, Klitoris, Vestibulum, Himen (selaput dara)

Pada bahasan sebelumnya (pada bab organ repro betina I) telah dijelaskan mengenai ovarium, oviduk dan uterus. Oleh karena itu pada bab ini akan dibahas mengenai serviks, vagina, vulva dan kloaka, serta struktur pendukung saraf dan peredaran darah.

Serviks

Cervix atau disebut juga leher rahim merupakan bagian bawah dari rahim. Sebelum memasuki rahim, terdapat saluran reproduksi yang disebut leher rahim  ( cervix ). Pada bagian ini, disekresikan cairan yang berguna mencegah masuknya bakteri dan kuman lainnya penyebab infeksi. Pada masa  ovulasi, cairan ini akan sangat kondusif terhadap pergerakan sperma. Namun, setelah masa ovulasi cairan tersebut biasanya akan mengental untuk mencegah masuknya sel sperma.

Serviks merupakan sfingter otot polos yang kuat dan tertutup rapat, kecuali pada saat terjadi birahi atau pada saat terjadi kelahiran. Pada saat persalinan tiba, maka leher rahim membuka sehingga bayi dapat keluar. Dan, pada saat birahi serviks akan dalam keadaan relaks, sehingga memungkinkan sperma dapat masuk kedalam uterus. Pada saat tersebut, biasanya serviks mengeluarkan mukus yang kadang mengalir sampi ke vulva. Mukus tersebut diproduksi oleh sel-sel goblet. Sel goblet ini akan meningkatkan produksi mukusnya pada serviks selama kebuntingan dan kadang membentuk sumbatan guna untuk mencegah masuknya zat-zat yang dapat membawa infeksi dari vagina kedalam uterus.

Pada beberapa ruminansia dan babi, permukaan serviks tersusun dalam suatu seri cincin melingkar, yang kadang disebut lipatan-lipatan annular. Pada kuda memiliki serviks yang relatif halus, tetapi menjulur cukup jauh ke arah kaudal menuju vagina.

Vagina

Vagina (dari bahasa Latin yang makna literalnya “pelindung” atau “selongsong”) adalah saluran berbentuk tabung yang menghubungkan uterus dengan bagian luar tubuh. Vagina merupakan alat reproduksi pada mamalia betina, seperti halnya penis pada mamalia jantan. Organ tersebut terletak didalam pelvis yaitu diantara pelvis pada arah kranial dan vulva pada arah kaudalnya. Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat.

Vagina menghasilkan berbagai macam sekresi seperti keringat, sebum, dan sekresi dari kelenjar Bartholin dan Skene pada vulva, cairan endometrial, dan oviduk (yang berubah sesuai dengan siklus haid), cervical mucus, sel exfoliated. Sekresi pada dinding vagina itu dapat meningkatkan gairah seksual.

Membrane mukosa vagina terdiri dari epitel squamosal berstrata (stratified squamous ephitilium) yang tidak memiliki kelenjar kecuali pada sapi, dimana terdapat beberapa sel mukosa pada bagian kranial dari vagina yang berdekatan dengan serviks. Pada vagina sapi, permukaannya tidak mengalami kornifikasi, kemiungkinan karena rendahnya tingkat sirkulasi estrogen. Submukosanya longgar dan lapisan muskularnya terdiri dari suatu lapis otot polos melingkar pada bagian dalam, serta tersusun atas suatu lapis otot polos longitudinal pada bagian luar.

Vagina memiliki lubang yang disebut introitus dan dibelakang introitus terdapat bagian yang berbentuk bulan separuh yang disebut forset. Jika ada rangsangan, vagina akan mengeluarkan cairan (lendir) melalui saluran kecil yang terdapat disekitar introitus yang dihasilkan oleh kelenjar bartolin. Lubang vagina dikelilingi oleh himen atau biasa dikenal dengan selaput dara. Kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, ada yang mudah robek ada yang sulit, sehingga pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual himen bisa robek bisa juga tidak.

Vagina sangat rentan terhadap infeksi. Hal ini disebabkan batas antara uretra dengan anus sangat dekat. Vagina memiliki pH normal yaitu sekitar 3-3,5.

Dalam keadaan normal, dinding vagina akan saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang pada vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya pada saat mengalami pemeriksaan atau pada saat melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina wanita berukuran 7,6-10 cm

Vulva

Vulva (pudendum feminimum) adalah organ seksual perempuan bagian luar atau sering juga disebut sebagai bukit kemaluan yang juga merupakan tempat tumbuhnya rambut kemaluan. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak menandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut.

Pertatutan antara vagina dan vulva ditandai oleh orifis uretral eksternal dan sering juga oleh suatu pematang pada posisi kranial terhadap orifis uretral eksternal, yaitu himen vestigial. Himen tersebut terkadang sangat rapat sehingga mempengaruhi proses kopulasi. Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah.

Vulva dibatasi oleh labium mayor (sama dengan skrotum pada jantan). Labium mayor terdiri atas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (kelenjar minyak), setelah puber labia mayor akan ditumbuhan rambut (disebut rambut kelamin). Labia mayor dibagi menjadi 2, yaitu labia mayor kiri dan labia mayor kanan, keduanya bertemu dibagian belakang menbentuk perineum yang merupakan jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus. Pada kebanyakan hewan ternak, labia atau bibir vulva adalah sederhana saja, dan tidak terdiri atas labia mayor dan minor sebagaimana pada manusia.

1 Komentar

1. violan staylove pakekong

pada : 15 January 2013

"dari halaman ini kita jadi bayak tau ttngorgan reproduksi pada hewan :)"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :