SYAMSUL HUDA

THIS WEB IS JUST FOR FUN, NOT FOR REFERENCE

ruang lingkup filsafat dan ilmu pengetahuan

diposting oleh syamsulhuda-fst09 pada 13 October 2012
di kuliah - 0 komentar

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Filsafat adalah ‘ilmu istimewa’ yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa. Ada berbagai macam definisi untuk filsafat, namun intinya sama yakni adalah upaya untuk mencari kebenaran dari sebuah ilmu pengetahuan (Plato, Aristoteles, Descartes). Kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani “philosophia”. Philein/philos yang artinya cinta, mencintai, pecinta, dan sophia yang memiliki makna kebijaksanaan atau hikmat. Sehingga dapat dikatakan bahwa filsafat merupakan sebuah upaya dalam berpikir secara rasional untuk mengukapkan suatu kebenaran. Sementara itu ilmu pengetahuan sendiri adalah kumpulan pengetahuan yang benar, mempunyai objek dan tujuan tertentu dengan sistim dan metode untuk berkembang serta berlaku universal yang dapat diuji kebenarannya.

Dalam perkembangannya, filsafat dan ilmu pengetahuan memiliki hubungan yang erat. Lahirnya suatu ilmu tidak dapat dipisahkan dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan dari ilmu tersebut juga memperkuat keberadaan filsafat. Filsafat telah merubah pola pemikiran bangsa Yunani dan umat manusia dari pandangan mitosentris menjadi logosentris. Perubahan pola pikir tersebut membawa perubahan yang cukup besar dengan ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah  yang kita ketahui saat ini. Akan tetapi keduanya memiliki cakupan ruang lingkup yang berbeda. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai perbedaan ruang lingkup filsafat dan ilmu pengetahuan, serta objek dari keduanya.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apa perbedaan ruang lingkup filsafat dan ilmu pengetahuan?
  2. Apa yang dimaksud dengan ruang lingkup sebagai objek dalam filsafat dan ilmu pengetahuan?

1.3 Tujuan

       1. Mengetahui perbedaan ruang lingkup filsafat dan ilmu pengetahuan.

       2. Mengetahui ruang lingkup sebagai objek dalam filsafat dan ilmu pengetahuan. 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perbedaan Ruang Lingkup Filsafat dan Ilmu Pengetahuan. 

2.1.1 Ruang Lingkup Filsafat

Sebelum mengetahui ruang lingkup filsafat, kita harus mengetahui pengertian atau definisi dari filsafat. Jika ditinjau dari asal kata, filsafat berasal dari bahasa yunani, yakni  “philos/ philia”  yang berarti cinta, persahabatan, tetarik kepada, dan “sophos” yang berarti hikmah, kebijaksanaan. Orang yang ahli filsafat disebut filosof. Selain itu kata filsafat juga berasal dari bahasa inggris “philosophy”, dan juga dari bahasa arab “falsafah”. Secara etimologis filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom), suatu dorongan terus-menerus, suatu dambaan untuk  mencari dan mengejar kebenaran. Menurut Merriam-Webster (dalam Soeparmo, 1984), secara harafiah filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Maksud sebenarnya adalah pengetahuan tentang kenyataan-kenyataan yang paling umum dan kaidah-kaidah realitas serta hakekat manusia dalam segala aspek perilakunya seperti: logika, etika, estetika dan teori pengetahuan.

Pengertian secara terminologi tentang filsafat menurut Plato adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli. Menurut Aristoteles, filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat keindahan). Menurut Ibnu Sina, filsafat adalah pengetahuan otonom yang perlu ditimba oleh manusia sebab ia dikaruniai akal oleh Allah.

Ada beberapa pengertian pokok tentang filsafat menurut kalangan filosof yaitu :

  1. Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas.
  2. Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan.
  3. Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu Anda melihat apa yang Anda katakan dan untuk mengatakan apa yang Anda lihat. 
  4. Secara umum filsafat adalah sikap: sikap mempertanyakan, sikap bertanya, yaitu bertanya dan mempertanyakan segala sesuatu, mempertanyakan apa saja. Dengan kata lain, filsafat sesungguhnya adalah metode, yaitu cara, kecenderungan, sikap bertanya tentang segala sesuatu.

Filsafat adalah suatu ilmu tanpa batas. Filsafat tidak menyelidiki salah satu segi dari kenyataan saja, melainkan apa-apa saja yang menarik perhatian manusia. Filsafat merupakan ‘ilmu istimewa’ yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa. Filsafat adalah sebuah sistem pemikiran, atau lebih tepat cara berpikir, yang terbuka: terbuka untuk dipertanyakan dan dipersoalkan kembali. Filsafat adalah pertanyaan dan bukan pernyataan. Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat sarwa yang ada, yaitu: ” hakikat tuhan, ” hakikat alam semesta, dan ” hakikat manusia, serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut.

Ruang lingkup filsafat mencakup segala sesuatu lapangan pikiran manusia yang amat luas, yaitu meliputi segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. Segala sesuatu yang mungkin ada dan benar, benar ada (nyata), baik material konkrit maupuan nonmaterial abstrak (tidak terlihat). Jadi obyek filsafat itu tidaklah terbatas. Objek pemikiran filsafat yaitu dalam ruang lingkup yang menjangkau permasalahan kehidupan manusia, alam semesta dan alam sekitarnya adalah juga objek pemikiran filsafat pendidikan.

Pada umumnya ruang lingkup filsafat dibagi menjadi 5 macam, yaitu:

1)  Logika, yaitu suatu studi mengenai metode-metode ideal mengenai berpikir dan meneliti dalam melakukan observasi, introspeksi, deduksi dan induksi serta hipotesa yang merupakan bentuk aktivitas manusia melalui upaya logika agar bisa dipahami;

 2)  Estetika, yaitu studi tentang bentuk dan keindahan atau kecantikan yang sesungguhnya dan merupakan mengenai kesenian;

3)  Etika, yaitu studi mengenai tingkah laku yang terpuji yang dianggap sebagai ilmu pengetahuan yang nilainya tinggi;

4)  Politik, yaitu studi mengenai organisasi sosial yang utama dan bukan berdasarkan perkiraan orang tetapi sebagai seni dan pengetahuan dalam melaksanakan pekerjaan kantor, seperti monarki, aristokrasi, demokrasi, sosialisme, marksisme, feminisme dan lain sebagainya;

5)  Metafisika, yaitu suatu studi tentang realita tertinggi dari hakikat semua benda materi, nyata dari benda dan dari akal pikiran manusia dan hubungan antara pikiran manusia dan benda dalam proses pengamatan dan pengetahuan.

 

Namun beberapa kalangan ahli filsafat membagi ruang lingkupnya menjadi beberapa, antara lain:

  1. Dr. M.J. Langeveld menyatakan bahwa filsafat dapat diberikan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari 3 lingkungan masalah, yaitu:
    1. Lingkungan masalah-masalah keadaan (metafisika, manusia, alam).
    2. Lingkungan masalah-masalah pengetahuan(teori kebenaran , teori pengetahuan logika).
    3. Lingkungan masalah-masalah nilai (teori nilai, etika, estetika dan  nilai yang berdasarkan agama).
    4. Al Kindi: membagi filsafat dalam tiga lapangan, yaitu:
      1. Ilmu Fisika yang merupakan tingkatan yang terendah;
      2. Ilmu metematika merupakan tingkatan tengah;
      3. Ilmu ketuhanan merupakan tingkatan tertinggi.
    5. Al Farabi, ia membagi filsafat ke dalam dua lapangan :
      1. Filsafat teori (al falsafah an- Nadzariyah), mengetahui sesuatu yang ada dengan tanpa tuntutan pengalaman. Lapangan ini meliputi ilmu matematika, ilmu Fisika dan ilmu metafisika.
      2. Filsafat Praktek, mengetahui  sesuatu dengan keharusan melakukan dengan amal dan melahirkan tenaga untuk melakukan bagian-bagiannya yang baik seperti ilmu mutlak, ilmu politik, dan ilmu mantiq (logika) filsafat sebagai ilmu.
    6. Aristoteles membagi filsafat ke dalam tiga bidang studi sebagai berikut: filsafat spekulatif/teoretis, filsafat praktika, dan filsafat produktif.
    7. Christian Wolff membagi filsafat ke dalam cabang-cabang sebagai berikut: logika, ontologi, kosmologi, psikologi, teologi naturalis, dan etika.
    8. Will Durant mengemukakan lima bidang studi filsafat sebagai berikut: logika, estetika, etika, politika, dan metafisika.

Bidang kajian Filsafat terutama diarahkan pada komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Ontologi ilmu meliputi apa hakikat ilmu itu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang ada dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak terlepas dari persepsi filsafat tentang apa dan bagaimana terjadi. Epistemologi ilmu meliputi sumber, sarana, dan tatacara mengunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan (ilmiah). Dan Aksiologi, untuk apa ilmu digunakan.

2.1.2 Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan 

Adapun pengertian ilmu pengetahuan sendiri jika ditinjau dari suku kata aslinya ilmu berasal dari bahasa Arab : 'Alima-ya'lamu-ilman, yang berarti : mengerti, memahami benar-benar. Dalam bahasa Inggris disebut science (pengetahuan). Menurut kamus bahasa Indonesia adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis, logis dengan menggunakan metode tertentu dan bersifat empiris. Sedangkan menurut Cambridge Dictionary, ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang benar, mempunyai objek dan tujuan tertentu dengan sistim dan metode untuk berkembang serta berlaku universal yang dapat diuji kebenarannya. Asley Montagu, seorang Guru Besar Antropolog di Rutgers University menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu system yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji. Dari pendapat-pendapat filosof di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu pengetahuan tentang objek tertentu yang disusun secara sistematis dan koheren sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metode tertentu pada bidang-bidang khusus.

Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (study) , penyelidikan (inquiry), usaha menemukan (attempt to find ) atau pencarian ( search). Oleh karena itu pencarian biasa dilakukan berulang kali, maka dalam dunia ilmu kini dipergunakan istilah research (penelitian) untuk aktivitas ilmiah yang paling berbobot guna menemukan pengetahuan baru. Metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup berbagai tindakan, pola kerja, pikiran, tata langkah dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau perkembangan pengetahuan yang ada. Metode yang berkaitan secara prosedural meliputi  pengamatan, percobaan , pengukuran, survei, deduksi, induksi, analisis, dan lain-lain. Berkaitan dengan tata langkah meliputi penentuan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, penurunan kesimpulan, dan pengujian hasil. Yang berkaitan denganteknik meliputi daftar pertanyaan, wawancara, perhitungan, pemanasan, dan lain-lain.Dari aktifitas ilmiah dengan metode ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuan dapatlahdihimpun sekumpulan pengetahuan yang baru atau disempurnakannya pengetahuan yangada, sehingga kalangan ilmuwan maupun para filsuf terdapat kesepakatan bahwa ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan yang sistematis.

2.2 Ruang Lingkup Filsafat  dan  Ilmu Pengetahuan  Sebagai  Objek 

Filsafat dapat ditentukan ruang lingkupnya yang dipilah menjadi dua objek, yaitu: objek material (lapangan) dan objek formal, yakni berdasarkan sudut pandang. Objek material tersebut ialah segala sesuatu yang dipermasalakan oleh filsafat. Permasalahan timbul karena pada hakikatnya manusia memiliki akal pikiran yang aktif sehingga Ia akan cenderung untuk berfikir tentang segala sesuatu yang ada di dalam alam semesta ini. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa objek material ruang lingkup kajian filsafat adalah segala sesuatu (realita). Sedangkan objek formal dari filsafat adalah bersifat mengasaskan atau berprinsip, sehingga filsafat itu akan menkonstatir prinsip-prinsip kebenaran dan ketidak benaran.

Sementara itu, Objek formal filsafat adalah cara pandang tertentu tentang objek material tersebut, seperti pendekatan empiris dan eksperimen dalam ilmu kedokteran. Objek formal filsafat bersifat non-fragmentaris, karena filsafat mencari pengertian realita secara luas dan mendalam, sehingga sebagai konsekuensi pemikiran ini adalah seluruh pengalaman manusia, antara lain: etika, estetika, teknik, ekonomi, sosial, budaya, religius dan lain-lain.

Adapun ilmu pengetahuan mempunyai objek yaitu penelitian, tetapi objek yang diteliti dalam ilmu pengetahuan lebih bersifat khusus tentang alam dan manusia.Objek tentang alam dan manusia tersebut disebut objek formal.

 

 

BAB III

KESIMPULAN

  1. Filsafat dan ilmu pengetahuan memiliki hubungan yang erat, karena filsafat sebagai dasar pemikiran lahirnya ilmu pengetahuan.
  2. Ruang lingkup filsafat sangat luas, karena mencakup seluruh pemikiran dari manusia yang mungkin ada dan benar, benar ada (nyata), baik material konkrit maupuan nonmaterial abstrak (tidak terlihat). Sedangkan ruang lingkup ilmu pengetahuan meliputi bidang yang terbatas.
  3. Objek dalam filsafat meliputi 2 hal, yakni objek material (lapangan) dan objek formal. Sedangkan objek dalam ilmu pengetahuan meliputi:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Adib, muhammad. 2010. Filsafat Ilmu (ontologi, aksiologi, dan logika ilmu pengetahuan). Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Anonimous.___. RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU. http://andanen.blogspot.com/  diakses 25 september 2012.

Lusiana Ulfah. Ruang Lingkup, Filsafat Ilmu, dan Ilmu Pengetahuan sebagai Objek. Universitas Airlangga dipublikasikan pada tanggal 1 Agustus 2012

Muhammad Iqbal. Definisi Filsafat, Ruang Lingkup, dan Objeknya. IKIP PGRI Semarang dipublikasikan pada tanggal 10 Januari 2010.

Muhibuddin. 2011. Laporan Buku Filsafat Ilmu dalam pendidikan. Semarang : IKIP PGRI Semarang

Salam Burhanuddin. 2008. Pengantar Filsafat. Jakarta: PT Bumi Aksara

Soeparmo, A.H., 1984.Struktur Keilmuwan Dan Teori Ilmu Pengetahuan Alam. Penerbit Airlangga University Press, Surabaya.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :