SYAMSUL HUDA

THIS WEB IS JUST FOR FUN, NOT FOR REFERENCE

struktur hewan

diposting oleh syamsulhuda-fst09 pada 15 December 2011
di kuliah - 3 komentar

( BAB I )

“STRUKTUR HEWAN”

 

Pendahuluan

 

Hewan tingkat tinggi (termasuk manusia) adalah suatu organisasi struktural dengan tingkat-tingkat sebagai berikut : sel, jaringan, organ, sistem organ dan organisme(mahluk hidup).

- Sel adalah suatu unit struktural dan fungsional yang terkecil penyusun tubuh mahluk hidup.

- Jaringan adalah kumpulan dari sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama

- Organ terdiri dari berbagai jaringan yang saling berinteraksi untuk melakukan fungsi tertentu

- Sistem Organ adalah kumpulan dari organ yang membentuk sistem.

- Organisme dibentuk dari berbagai sistem organ.

 

A.    Jaringan pada Hewan Tingkat Tinggi

Jaringan pada hewan tingkat tinggi ada 4 macam, yaitu :

1. Jaringan epitelium (Jaringan Penutup)

- sel-sel nya tersusun rapat tanpa ada ruang antar sel, merupakan jaringan penutup tubuh permukaan

  luar dan permukaan dalam.

- Berdasarkan letaknya di dalam tubuh, epitelium dibagi menjadi 4, yaitu :

  1. Epidermis : epitel yang terdapat di sebelah luar tubuh.
  2. Endodermis : epitel yang melapisi rongga di sebelah dalam.
  3. Endotelium : epitel yang membungkus organ dalam.
  4. Mesotelium : epitel yang membatasi rongga tubuh.

- berdasarkan bentuk dan susunannya dibagi menjadi :

  a. Epitel Pipih Selapis, contoh : epitel peritoneum, epitel pembuluh darah dan pembuluh limfa.

  b. Epitel Pipih Berlapis , contoh : epitel kulit telapak kaki, epitel rongga mulut dan rongga

      hidung.

   c. Epitel kubus Selapis, contoh :epitel nefron ginjal.

   d. Epitel Silindris Selapis, contoh : epitel pada usus dan lambung.

   e. Epitel Silindris Berlapis bersilia, contoh : epitel pada rongga hidung, trakea, dan bronchus.

   f. Epitel Peralihan (transisional) : peralihan epitel kubus ke epitel pipih, contoh : epitel pada Vesica-

       urinaria (kantong kencing) dan Ureter.

- Berdasarkan  fungsinya, epitel dibagi menjadi 4, yaitu :

a. Epitel Penutup / Pelindung : epitel yang berfungsi untuk melindungi / menutup jaringan yang terdapat di bawahnya. Contoh ; epidermis (kulit).

b. Epitel kelenjar : epitel yang menghasilkan cairan / getah. Epitel kelenjar dibagi menjadi 2, yaitu :

    b.1. Epitel kelenjar Eksokrin (punya saluran), contoh : epitel kelenjar keringat dan kelenjar ludah.

    b.2. Epitel Kelenjar Endokrin (tidak punya salauran), contoh : epitel kelenjar tiroid, kelenjar adrenal,

           dan epitel kelenjar hormon yang lain .

c. Epitel Penyerap : epitel yang melakukan penyerapan secara intensif. Contoh : epitel usus halus dan

    epitel nefron ginjal.

d. Epite Indera (Epitel Sensori) , epitel yang berfungsi untuk menerima rangsangan dari luar.

       Contoh : epitel di sekitar alat-alat indera.

Untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa macam jaringan epitel berikut ini :

  - Fungsi jaringan epitel secara umum sebagai berikut :

  1. melindungi jaringan di bawahnya terhadap kerusakan karena gesekan mekanis, radiasi ultraviolet dan serangan bakteri. Contoh : epitel kulit.
  2. Mengangkut zat makanan ke dan dari jaringan dan organ. Contoh : epitel pipih berlapis tunggal pada pembuluh darah.
  3. Mengeluarkan enzim kedalam usus dan menyerap zat makanan. Contoh epitel silindris pada dinding usus.
  4. Melapisi seluruh kelenjar pencernaan makanan. Contoh : Epitel kelenjar.
  5. Mengeluarkan mukus (lendir) untuk menangkap partikel debu yang terhirup.

Contoh : epitel silindris bersilia di saluran pernafasan.

  1. menghasilkan sel kelamin yang dilepaskan dari tubuh untuk reproduksi seksual.

Contoh : epitelium germinal.

 

2. Jaringan Pengikat (Penghubung / Penunjang)

Jaringan pengikat merupakan jaringan yang selalu berhubungan dengan jaringan lainnya atau organ-organ.  Fungsi jaringan pengikat secara umum adalah :

  1. melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain
  2. membungkus organ-organ
  3. mengisi rongga diantara organ-organ
  4. menghasilkan imunitas
  5. menghasilkan sel-sel darah
  6. menyokong dan mendukung.

 

Tiga komponen utama penyusun jaringan ikat, antara lain :

  1. Sel : macam sel penyusun jaringan ikat antara lain fibroblast, makrofag, sel adipose dan leukosit.
  2. b.      Serabut / serat

Jaringan ikat tersusun dari 3 macam serabut,yaitu :

  1. Serabut kolagen (serabut putih), bersifat lentur. Contoh tendon
  2. Serabut elastin (serabut kuning), lebih halus dari serabut kolagen dan bersifat elastis.

                       Contoh : bantalan lemak, pembuluh darah dan ligamen.

  1. Serabut reticulum / retikuler , merupakan serabut yang paling halus dan bercabang-cabang menyerupai jala. Serat ini berfungsi menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan ikat lain, misalnya pada sistem saraf.

c.    Zat dasar; Zat dasar jaringan ikat merupakan zat yang amorf (tidak berbentuk), tidak berwarna dan homogen. Zat dasar berperan mengisi ruang antar sel dan serabut jaringan ikat.

 

 

 

 

 

Macam Jaringan Ikat

 

Jaringan ikat dapat dibagi menjadi jaringan ikat biasa, jaringan ikat khusus dan jaringan ikat penyokong. Berikut ini akan dibahas macam-macam jaringan pengikat tersebut :

I. Jaringan ikat biasa, terdiri dari :

  1. Jaringan ikat padat, didominasi serabut kolagen yang  tersusun padat. Jaringan ikat pada dibagi menjadi jaringan ikat padat teratur, misal tendon dan jaringan ikat padat tidak teratur , misalnya  lapisan bawah dermis kulit.
  2. Jaringan Ikat longgar, didominasi oleh jalinan serabut retikuler yang menyokong stroma pada berbagai organ, misal hati dan limpa.

II. Jaringan ikat khusus, memiliki fungsi khusus, misalnya penyimpan lemak, penahan goncangan, pembentuk pigmen.

III. Jaringan Ikat penyokong

Jaringan ikat penyokong terdiri dari :

a. Jaringan tulang rawan (kartilago) : penyususn jaringan tulang rawan adalah sel tulang rawan (kondrosit) yang terletak di dalam rongga kecil (lakuna). Lakuna terdapat di dalam matriks. Tulang rawan berfungsi sebagai rangka pada awal embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi. Tulang rawan tidak punya saraf dan pembuluh darah.. Tulang rawan dibedakan menjadi 3, yaitu : 1. Tulang rawan hialin ( terdapat pada cakram epifisis, ujung tulang rusuk dan permukaan tulang di daerah persendian).

2. Tulang rawan elastin (terdapat pada daun telinga dan bronkhiolus).  3. Tulang rawan fibrosa (terdapat padas simfisis pubis (pertemuan tulang kemaluan).

  1. Jaringan tulang sejati (osteon) : tersusun dari sel tulang (osteosit). Osteosit teletak di dalam lakuna. Osteosit dapat berhubungan satu dengan lainnya melalui kapiler kecil yang disebut kanalikuli. Osteosit tersusun dalam lapisan konsentris yang disebut lamela. Lamela mengelilingi lubang mikroskopis yang disebut saluran Havers. Jaringan tulang rawan dilalui saraf dan pembuluh darah. Sifat osteon lebih keras, karena mengandung mineral.

 

  1. Jaringan Ikat Penghubung

Jaringan ikat penghubung terdiri dari darah dan limfa (getah bening). Darah terdiri dari

sel-sel darah (eritrosit, leukosit dan trombosit) dan plasma darah. Secara umum sel darah dibentuk

dalam sumsum tulang, kecuali 2 macam sel darah putih (limfosit dan monosit) dibentuk dalam

kelenjar limfa (getah bening).

 

3. Jaringan Otot

-          Jaringan otot terdiri dari sel-sel otot.

-          berfungsi sebagai alat gerak aktif karena memiliki serabut kontraktil di dalam sitoplasma

-          Jaringan otot dibedakan menjadi 3 macam :

  1. Otot polos (otot dalam) : Serabut otot (miofibril) nya berupa gelendong (spindel) dengan inti sel berada di tengah sarkoplasma (sitoplasma). Miofibrilnya homogen (tidak lurik / polos). Bekerja dibawah pengaruh saraf otonom atau bekerja diluar kesadaran (tidak diperintah oleh otak). Terdapat pada alat-alat dalam misalnya: lambung, uterus, pembuluh darah dan usus.
  2. Otot lurik (otot rangka) : miofibrilnya memantulkan cahaya gelap terang (lurik). Bentuk sel (serabut) adalah silindris, tiap sel memiliki banyak inti yang terletak di tepi. Bekerja dibawah kontrol otak (sadar). Terdapat pada rangka.
  3. Otot jantung : tersusun atas serabut otot lurik, bercabang dan bertemu dengan serabut otot yang berdekatan, inti berada ditengan sel, setiap sel memiliki 1-2 inti. Terdapat discus intercalaris yang menghubungkan sel-sel yang berdekatan. Bekerja di bawah pengaruh saraf otonom (simpatis dan parasimpatis). Terdapat pada jantung.

 

4. Jaringan Saraf

-          Terdiri dari sel-sel saraf (neuron) yang berfungsi untuk menghantarkan sinyal-sinyal (impuls listrik) dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh yang lain.

-          Sel saraf terdiri dari 3 bagian utama, yaitu : Badan sel saraf, dendrit dan akson (neurit). Denrit berfungsi menerima impuls dan menyampaikannya pada badan sel saraf. Akson berfungsi meneruskan impuls dari badan sel saraf menuju dendrit dari sel saraf yang lain .

-          Sel saraf (neuron ), berdasarkan fungsinya dibagai menjadi :

  1. Neuron sensorik, berfungsi menghantarkan impuls dari indera ke saraf pusat.
  2. Neurun motorik, berfungsi menghantarkan impuls dari saraf pusat ke organ efektor.
  3. Neuron konektor (asosiasi), berfungsi menghantarkan impuls dari neuron sensorik ke naeuron motorik.

 

B.     ORGAN

 

- Bermacam-macam jaringan bersatu membentuk organ

- Pada setiap organ, keempat jaringan pasti ada.

 contohnya pada Organ Usus halus :  - J. epitel       : berfungsi untuk absorbsi (penyerapan) sari makanan

- J. Pengikat   : berfungsi mengangkut sari-sari makanan, yaitu oleh  darah dan limfa

- J. Otot          : berfungsi untuk gerak peristaltik dari usus.

- J Saraf          : mengkoordinasikan ke-3 jaringan tersebut.

Catatan : Ke-4 jaringan diatas melakukan satu fungsi, yaitu mencerna makanan.

- Organ dibedakan menjadi organ luar (tangan, kaki, hidung, dan mulut) dan organ dalam (hati , ginjal, jantung dan paru-paru)

 

C. SISTEM ORGAN

 

Berbagai Sistem Organ di dalam tubuh beserta fungsi dan organ penyusunnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

 

NO

SISTEM ORGAN

FUNGSI

ORGAN PENYUSUN

1

 

 

2

 

 

3

 

 

 

4

 

 

 

5

 

6

 

 

7

 

 

8

Gerak

 

 

Sirkulasi

 

 

Saraf

 

 

 

Hormon

 

 

 

Respirasi

 

Ekskresi

 

 

Reproduksi

 

 

Pencernaan

Penyokong, pelindung dan alat gerak

 

Transportasi (pengangkutan)

 

 

Koordinasi

 

 

 

Menghasilkan hormon untuk pertumbuhan dan perkembangan serta koordinasi

 

Bernafas

 

Pengeluaran zat-zat sisa metabolisme

 

Memproduksi gamet (sel kelamin)

 

Mencerna makanan

 

Seluruh tulang dan otot-otot

 

 

Jantung, pembuluh darah, darah dan pembuluh limfe

 

Saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan saraf tepi, saraf simpatis dan parasimpatis.

 

Kelenjar hipofisis, adrenal,tyroid, paratiroid.

 

 

Hidung, trakhea(tenggorokan), paru-paru

 

Ginjal, ureter,kantong kemih dan uretra

 

 

Organ kelamin pada jantan dan betina

 

 

Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, kelenjar pencernaan, usus besar dan anus.

 

3 Komentar

1. jfJLfgvXkaNINdVar

pada : 12 March 2012

"/ It’s really a cool and fsuuel piece of information. I am happy that you simply shared this fsuuel info with us. Please stay us up to date like this. Thank you for sharing."


2. wiecha

pada : 11 October 2012

"ilmu yang di berkan sangat memuaskan.,...........dan bgus........"


3. khoirul

pada : 08 December 2012

"semoga blog ini lebih bermanfaat
terimakasih..."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :