SYAMSUL HUDA

THIS WEB IS JUST FOR FUN, NOT FOR REFERENCE

siklus menstruasi sebagai indikator kesuburan wanita

diposting oleh syamsulhuda-fst09 pada 14 December 2011
di kesehatan - 1 komentar

Siklus Reproduksi Pada Mamalia

Pengertian

Siklus reproduksi pada mamalia ada dua macam yaitu siklus estrus dan siklus menstruasi. Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi. siklus menstruasi terjadi pada hewan primata dan pada manusia sedangkan siklus estrus terjadi pada mamalia non primata. Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam hal reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang-binatang menyusui lainnya mengalami siklus estrus.

Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya. Perbedaan antara siklus estrus dan siklus menstruasi adalah:

  1. Perubahan perilaku, pada siklus estrus terlihat adanya perubahan perilaku pada setiap tahapannya namun pada siklus menstruasi perubahan perilaku tidak terlalu terlihat.
  2. External Bleeding, atau disebut juga dengan pendarahan keluar. Pada siklus menstruasi pendarahan keluar terjadi akibat adanya arteri spiral yang mengalami konstriksi bersamaan dengan luruhnya endometrium bagian (pars) fungsionalis. Pars basalis tidak meluruh dan permukaannya yang berbatasan pars fungsionalis akan diperbaiki pada fase reparasi, sehingga pars fungsionalis beserta arteri spiral akan utuh kembali. Pada fase estrus tidak terjadi pendarahan keluar karena tidak adanya arteri spiral jadi yang terjadi adalah adanya perobakan endometrium dan sel-sel yang sudah tidak dibutuhkan akan dimakan oleh sel-sel darah putih pada tubuhnya sendiri. Peluruhan sel endometrium ini disebabkan karena adanya pengurangan jumlah hormon progesteron yang dihasilkan oleh korpus leteum.
  3. Waktu kawin, Pada hewan yang mengalami siklus estrue perkawinan hanya terjadi pada fase estrus saja sedangkan pada primata dan manusia yang mengalami siklus menstruasi perkawinan dapat terjadi kapan saja.(Anonim, 2009 B)

Siklus Menstruasi dibagi atas Empat Fase.

Siklus Menstruasi Normal

Siklus menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.

Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim).  Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar, dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.

Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:

  1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
  2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
  3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin

 

Diagram mekanisme pengendalian siklus menstruasi

http://www.klikdokter.com/userfiles/hypothalamus.JPG

 

 

Gambar siklus menstruasi

http://4.bp.blogspot.com/_NvVFZ041qKM/TS22kuFEhbI/AAAAAAAAAG0/xx9rbHovmiI/s1600/hormones1.jpg

 Siklus menstruasi dibagi atas empat fase yaitu:

Fase menstruasi

Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks. Hali ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.

 

Konsentrasi hormon selama siklus menstruasi 

http://lh6.ggpht.com/-uUxuKzZ-OR8/TmLJogzVkCI/AAAAAAAABm8/_kpAsQgyje0/image_thumb5.png?imgmax=800

 


Fase praovulasi

Yaitu, masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.

Fase ovulasi

Masa subur atau Ovulasi adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita dimana sel telur yang matang siap untuk dibuahi. Apabila wanita tersebut melakukan hubungan seksual pada masa subur atau ovulasi maka kemungkinan terjadi kehamilan.

Menentukan masa subur

Beberapa metode dalam menentukan masa subur dapat dilihat dengan beberapa cara:

  1. Perubahan Periode Menstruasi
  2. Perubahan Lendir Servik
  3. Perubahan Suhu Basal Tubuh

Fase pascaovulasi

Yaitu, masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometrium menjadi lebih tebal dan siap menerima embriountuk berkembang. Jika tidak terjadi fertilisasi, maka hormon seks dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali.

 

Hubungan Menstruasi Dengan Kenaikan Suhu Tubuh

Suhu tubuh wanita dewasa menjadi rendah dan tinggi secara reguler setiap kali setelah masa ovulasi. Suhu tubuh kita akan tetap rendah hingga masa ovulasi, kemudian menjadi tinggi setelah masa ovulasi. Akan turun menjadi lebih rendah lagi setelah menstruasi. Perbedaan antara suhu tinggi dan rendah kurang dari 1°C. Suhu tubuh yang diukur untuk mengecek masa-masa rendah dan tingginya suhu tubuh merupakan suhu basal tubuh.

 

Suhu basal tubuh.

Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya. Pencatatan suhu basal ini dapat digunakan untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasiSuhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.

Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.

Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal sebelum menstruasi. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun.

Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan. Karena, bila sel telur/ovum berhasil dibuahi, maka korpus luteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi

 

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRCaM-o5JfDhaKYvVwBOnmQPMk12E8ZE8VKBgYltBXgkPgrBGKzCbA78tsY

Factor yang Mempengaruhi Keandalan Metode Suhu Basal Tubuh
Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh antara lain:

  1. Penyakit.
  2. Gangguan tidur.
  3. Merokok dan atau minum alkohol.
  4. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
  5. Stres.
  6. Penggunaan selimut elektrik.


http://dokternasir.web.id/2009/03/suhu-basal-tubuh-untuk-mengetahui.html

14 desember 2011, 12.20 pm

http://www.lusa.web.id/metode-suhu-basal-tubuh-basal-body-temperature-method/

14 desember 2011, 12.20 pm

Nasir, 2009. Suhu Basal Tubuh Untuk Mengetahui Masa Subur Wanita.

Gambar.        . 2011. Diagram mekanisme pengendalian siklus menstruasi. http://www.klikdokter.com/userfiles/hypothalamus.JPG

Gambar.     . 2011. Gambar siklus menstruasi. http://4.bp.blogspot.com/NvVFZ041qKM/TS22kuFEhbI/AAAAAAAAAG0/xx9rbHovmiI/s1600/hormones1.jpg 

Gambar.   .2011. Konsentrasi hormon selama siklus menstruasi. http://lh6.ggpht.com/-uUxuKzZOR8/TmLJogzVkCI/AAAAAAAABm8/_kpAsQgyje0/image_thumb5.png?imgmax=800. 

Gambar.      .2011. hubungan menstruasi terhadap suhu tubuh. http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRCaM-o5JfDhaKYvVwBOnmQPMk12E8ZE8VKBgYltBXgkPgrBGKzCbA78tsY

 


1 Komentar

1. sKLoxVieH

pada : 15 June 2012

"keren memang air yang ada saat ini byaank tercemari oleh ulah manusia itu sendiri !!!kerenkerenkeren HIDUP UI"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :